Sebenarnya tips yang mengulas
tentang cara membedakan keaslian sebuah ponsel sudah dirilis dalam banyak
bentuk. Diuraikan dalam sebuah aplikasi, gambar, video serta uraiannya.
Namun dalam kesempakatan kali ini
saya mencoba mengulas kembali, berdasarkan pengalaman saya selama bergerak
dibisnis ponsel, kebetulan saya membuka konter kecil dikota tempat tinggal
saya.
Masih banyak para konsumen yang selalu menanyakan asli tidak sebuah ponsel. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang merasa tertipu dengan banyak produk yang memang mirip aslinya. Tapi bagi sebagian orang ponsel palsu malah diuntungkan. Karena mereka bisa bergaya dengan smartphone high end dari segi tampilan, harga murah dengan mengabaikan kemampuan ponsel yang ia miliki. Atau mungkin sebuah trend saja. Semua tergantung konsumen untuk memilihnya. Bahkan sebutan android replika ini beragam; Android SuperCopy, King Copy, Cloning. Apapun sebutannya semuanya Android palsu.
Masih banyak para konsumen yang selalu menanyakan asli tidak sebuah ponsel. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang merasa tertipu dengan banyak produk yang memang mirip aslinya. Tapi bagi sebagian orang ponsel palsu malah diuntungkan. Karena mereka bisa bergaya dengan smartphone high end dari segi tampilan, harga murah dengan mengabaikan kemampuan ponsel yang ia miliki. Atau mungkin sebuah trend saja. Semua tergantung konsumen untuk memilihnya. Bahkan sebutan android replika ini beragam; Android SuperCopy, King Copy, Cloning. Apapun sebutannya semuanya Android palsu.
Para pelanggan ditempat saya banyak
yang mengeluh atau sekedar bertanya tentang keaslian ponsel, contohnya Samsung
Galaxy S4. Karena ponsel ini memang menarik untuk dimiliki bagi sebagian orang.
Relatif namun banyak yang ingin memilikinya.
Berikut perbedaanya salah satu
contoh Samsung Galaxy S4:
-
Pertama
dari segi bentuk. Ini tes awal paling mudah. Pada Samsung S4 asli, bezel layar
atau bagian kiri kanan, atas bawah tidak terlalu besar. Sehingga pada bagian
depan tampak seakan akan terisi penuh oleh layar. Pada S4 palsu, bezel layar
terlalu besar, sehingga tepian layar dengan ponsel agak jauh.
-
Perhatikan
stiker garansi. Produk original yang dijual di Indonesia bergaransi resmi dan
memiliki stiker SEIN. Namun ada juga produk palsu menggunakan stiker yang sama,
kemungkinan diambil dari stiker baterai, atau headset original lalu ditempelkan
pada body ponsel. Bentuk stiker hasil tempelan biasanya ada kerutan, seperti
baru dicongkel menggunakan kuku atau semacamnya.
-
Lihat dari bahan casingnya.
Smartphone kelas high-end tidak ada yang memakai bahan plastik yang terkesan kopong
bila dipegang. Jika dipegang kurang mantap seperti aslinya (ringan dan kopong).
-
Perhatikan layarnya. Samsung asli S4
memiliki resolusi 1080x1920, artinya tingkat kerapatan pixel sangat baik. Bisa
dicoba dengan menampilkan tulisan kecil-kecil. Pada Samsung asli tulisan sangat
kecil sekalipun tetap terlihat halus, tidak kasar seperti yang palsu.
-
Untuk lebih meyakinkan lagi. Coba
matikan ponsel lalu hidupkan lagi, Miringkan layarnya, jika saat dimiringkan
sedikit, warna pada layar berubah bentuk, ponsel tersebut palsu. Karena viewing
angle ( sudut penglihatan) yang baik saat dilihat dari sudut miring. Warna dan
gambar pada layar harus tetap terlihat bagus seperti dilihat dari depan.
-
Coba buka aplikasi secara bersamaan
dalam waktu cepat. Contohnya buka browser lalu tekan tombol home. Buka game
lalu buka gallery, buka kamera untuk mengambil foto. Apabila ponsel dilihat
seperti kewalahan bahkan hang ( berhenti), kemungkinan S4 palsu.
-
Dari segi software. Biasanya Android
replika tidak ada menu update software didalam Settings < About
phone. Cara simple untuk mengetahui keasliannya, cobalah masuk ke Download
Mode. Ponsel dalam kondisi mati, tekan tombol Volume bawah + Home + Power. Jika muncul screen Volume up to
continue dan Volume down to restart phone, maka Samsung itu Samsung asli.
Yakinkan lagi dengan menekan Volume up (atas), maka akan terpampang merk
Samsung tersebut beserta versi Android nya dengan keterangan-keterangan
pendukung lain.
-
Coba kameranya. Samsung S4 asli mempunyai
resolusi 13MP. Sehingga hasil kameranya jika dibuka di gallery photo lalu di
zoom. Focus, tidak pecah.
-
Coba gunakan fitur NFC (Near Field
Commonucation). Tranferkan beberapa file dari S4 ke perangkat lain atau
sebaliknya. Pada produk palsu pada umumnya fitur ini tidak bisa karena tidak
memilki antena NFC.
-
Coba GPS fiturnya, aktifkan lalu
buka Google Maps. S4 asli miliki sudah support GLONASS dan GPS yang baik. Penentuan
locking satellite atau penentuan posisinya cepat, tidak lambat seperti yang palsu.
-
Terakhir gunakan aplikasi.
Instal aplikasi CPU/RAM/DEVICE Identifier buatan Davy
Bartoloni. Aplikasi ini berfungsi untuk mengetahui jenis processor yang
digunakan sebuah ponsel android. Aplikasi ini cukup akurat dan dapat
diandalkan. Karena aplikasi Benchmark masih dapat ditipu atau diketahui oleh S4
palsu dan menunjukkan data yang tidak valid.
Sehingga jika ada penawaran ponsel S4 dengan menunjukkan
spesifikasi hardware dan kinerja ponsel menggunakan aplikasi Benchmark, jangan
lansung percaya. Coba dulu install aplikasi CPU/RAM/DEVICE Identifier buatan
Davy Bartoloni untuk membukatikannya.
Catatan Kecil:
-
Mengetik angka *#0*# yang berfungsi
untuk mengaktifkan fitur diagnostic test pada ponsel Samsung. Awalnya cara ini
cukup efektif, namun sekarang cara ini tidak bisa diandalkan, karena S4 palsu
sudah bisa melakukan hal yang sama.
-
Samsung S4 replika banyak jenisnya.
Rilis barunya sudah memiliki tampilan bentuk fisik yang mirip aslinya. Demikian
juga dengan fitur unggulan S4 seperti Smart Stay, Air Gesture, S-Voice, Face
Unlock dan sebagainya sudah bisa digunakan. Harga penjualan berada pada kisaran
3 jutaan.
-
Sebaiknya beli produk Samsung pada
gerai resmi Samsung atau pada toko yang bekerjasama dengan Samsung produk.
Semoga bermanfaat. Amin
